On The Spot 7

Informasi Unik dan Menarik

Bahayanya Jika Kamu Melihat Gerhana Matahari Menggunakan Mata Telanjang


Indonesia kini tengah menjadi perbincangan masyarakat dunia. Pasalnya, tepat di tanggal 9 Maret nanti akan ada fenomena langka yaitu gerhana matahari total. Di mana, sebuah fenomena yang hanya akan terjadi sekali dalam 350 tahun.

Hebatnya lagi, hanya negara Indonesia saja yang mengalami fenomena langka ini dan hanya ada 12 provinsi yang dilintasi gerhana matahari total, diantaranya adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Klik untuk memutar

Kepala Stasiun Geofisika kelas I BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono, menyarankan untuk melihat fenomena langka ini tidak dengan mata telanjang.

“Paparan cahaya matahari dengan intensitas tinggi akan menembus mata dan merusak lapisan retina mata yang berisi syaraf sensitif. Retina mata tidak memiliki sensor sakit sehingga saat menatap langsung, seseorang cenderung mengabaikan dan tidak sadar bahwa matanya dalam bahaya. Nanti kerusakan retina bisa penglihatan kabur selama beberapa jam sampai mingguan. Bahkan juga bisa kerusakan permanen sampai buta,” terang Rahmat Triyono.

Yang menjadi pertanyaan banyak orang adalah bagaimana cara untuk melihat gerhana matahari total. Apakah harus menggunakan kaca mata hitam biasa atau film foto?

Dan ternyata, alat itu semua tidak aman digunakan untuk melihat gerhana matahari total.

“Termasuk kacamata hitam biasa, film foto, film rontgen, bukanlah alat yang aman digunakan untuk melihat gerhana matahari,” ungkap Rahmat.

Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk melihat gerhana matahari total?

Rahmat mengatakan, cara paling aman untuk menyaksikan gerhana matahari total adalah dengan sebuah alat yang dilengkapi filter khusus.

Related

.
Updated: April 6, 2016 — 07:27
On The Spot © 2014