On The Spot 7

Informasi Unik dan Menarik

Foto Hasil Rontgen Gagang Cangkul di Tubuh Enno Fariah yang Mengerikan


Enno Fariah (18) buruh pabrik PT Polita Global Mandiri, Kosambi, Kabupaten Tangerang, dibunuh secara sadis oleh 3 tersangka pembunuhan di messnya di Jatimulya dengan cangkul. Gagang Cangkul alat pembunuhan dimasukkan ke dalam tubuh korban oleh para pelaku.

“Selama saya menangani kasus pembunuhan, ini yang paling sadis,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti seperti dilansir dari detikcom.

Klik untuk memutar

Krishna mengungkap, dari hasil visum RSUD Tangerang, dipastikan korban meninggal akibat kekerasan benda tumpul. Hampir sebagian besar dari gagang cangkul masuk ke dalam tubuh korban.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Budi Santoso mengatakan, selain hasil visum, polisi juga mendapatkan hasil rontgen.


Hasil Ronsen Gagang Cangkul di tubuh Enno Fariah, korban pembunuhan sadis.

“Dari hasil rontgen tersebut kita bisa melihat bagaimana posisi gagang cangkul itu merusak bagian organ tubuh korban bagian dalam,” ujar Eko.

Sementara itu, Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Handik Zusen mengungkap, dari hasil CT Scan diketahui kerusakan di bagian dalam korban hingga ke bagian dada.

“Kalau dilihat dari hasil CT scan dari pihak rumah sakit, gagang pacul hingga dada kanan setinggi iga kelima,” ujar Handik.


Foto Cangkul Berdarah yang di masukkan ke dalam kemaluan Eno Parinah

Handik menambahkan, selain merusak rongga perut dan panggul, gagang tersebut merobek hati, merobek rongga sekat dada kanan belakang pada paru-paru kanan bagian atas sehingga luka disertai pendarahan pada rongga dada.

Dari foto komputer CT scan post mortem hasil pemeriksaan di RS Polri Kramatjati, Jaktim pada foto.1 bisa terlihat benda berwarna putih yang diberi garis kuning adalah penampakan gagang cangkul yang melukai bagian dalam tubuh korban.

Sementara pada foto.2 terlihat bagin putih tebal di antara paha korban adalah besi cangkul. Jarak antara besi cangkul dengan kemaluan korban sekitar 20 cm.

Tiga tersangka pemerkosaan dan pembunuhan sadis Eno Fariah (18) berkicau. Mereka gelap mata menghabisi Eno karena beragam alasan mulai dari dikatai jelek hingga cinta tak terbalas.

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23), Imam Harpiadi (23) dan RAL (15) punya motif yang berbeda. Tetapi ketiganya punya kesamaan, yakni dendam terhadap korban.

Tersangka Rahmat Arifin alias Arif (23) adalah rekan kerja korban di pabrik yang sama di mana korban bekerja di PT PGM, Dadap, Kosambi, Tangerang. Arif bekerja sebagai helper, sementara korban bekerja dengan posisi operator.

“Saya kalap saja. Jengkel karena dikatain ‘pahit, jelek’. Tiap kerja, tiap lewat. Sering kerja bareng. Dia kan operator di atas, saya helper, kadang bercanda,” ujar Arif.

Rasa sakit hatinya atas ucapan korban itu rupanya sudah memuncak. Sampai ada kesempatan masuk ke dalam mes korban ketika mendapati tersangka RAL di depan mes korban, akhirnya Arif langsung melampiaskan kekesalannya itu pada korban.

“Enggak tahu, pokoknya pikiran sudah kalaplah. Pikiran kosong, sudah enggak mikirin apa-apa, intinya pengin masukin (gagang cangkul) saja. Kalap saja,” kata Arif menjelaskan soal mengapa harus memasukkan gagang cangkul ke organ dalam korban.

Sementara tersangka Imam juga mengaku kesal dengan korban. Buruh di sebuah pabrik paralon itu mengaku membunuh korban lantaran sakit hati cintanya tidak terbalas.

“Jatuh cinta sama korban, sedikit. Nggak pernah ngobrol,” ujar Imam.

Imam bahkan saat pergi dari rumahnya sudah membawa sebuah garpu yang kemudian digunakan untuk menyiksa korban. Imam saat itu berperan memegangi tangan korban dan membekap wajah korban dengan bantal.

Imam bahkan baru mengenal korban selama 2 minggu. Imam kerap menghubungi korban via SMS dengan rayuan-rayuannya, namun tidak pernah dibalas korban. “Dapat nomor hape korban dari temen temennya korban. Sering SMS tapi enggak pernah dibalas,” imbuh Imam.

Lain lagi dengan RAL. Dia yang sempat bercumbu dengan korban, mengaku ikut membunuh karena kecewa dengan penolakan korban ketika mengajak berhubungan badan.

“Saya kecewa saja ditolak sama dia pas mau berhubungan badan,” ujar RAL, seorang pelajar SMP kelas 2 yang dikenal korban lewat medsos.

.
Updated: Agustus 23, 2016 — 15:26
On The Spot © 2014