On The Spot 7

Informasi Unik dan Menarik

Beberapa Bencana Alam Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah

Onthespotv7.com – Artikel ini akan menjelaskan secara singkat beberapa bencana alam paling mengerikan sepanjang sejarah. Bencana alam itu sendiri seringkali membuat orang-orang tertarik, diluar dari pemberitaan media yang mengabarkan tentang bencana itu sendiri, contohnya bencana Haiti. Tentu saja, kita semua tentu saja khawatir jika pada suatu hari kita sendiri yang mengalami bencana alam, dan mungkin hal itulah yang menjadi alasan mengapa kita tertarik dengan bencana alam. Ingin tahu apa saja beberapa bencana alam paling mengerikan sepanjang sejarah? Bacalah artikel ini.

 Bencana Alam Paling Mengerikan Sepanjang Sejarah, yaitu:

Bencana Alam Paling Mengerikan Pertama: Letusan Gunung Tambora Tahun 1815

Bencana Alam Paling Mengerikan Pertama Letusan Gunung Tambora Tahun 1815 Oleh Unik Segiempat

Klik untuk memutar

Gunung Tambora adalah gunung yang ada di Pulau Sumbawa, terletak di Indonesia bagian selatan. Gunung Tambora ini suatu waktu pernah meletus mulai dari tanggal 6 April sampai 11 April 1815, dan menjadi salah satu bencana alam paling mengerikan sepanjang sejarah. Letusan paling parah dari gunung ini terjadi pada tanggal 10 sampai 11 April. Kekuatan letusan gunung ini sendiri diperkirakan memiliki nilai 7 pada Volcanic Explosivity Index (VEI), membuat letusan gunung ini menjadi letusan gunung terkuat sepanjang sejarah, dengan kekuatan 4 kali lebih kuat daripada letusan gunung Krakatau tahun 1883.

Artinya, bencana alam paling mengerikan ini, yaitu letusan gunung Tambora 52.000 kali lebih kuat daripada bom yang dijatuhkan di Hiroshima. Semua tumbuh-tumbuhan yang ada di Sumbawa terbakar atau tumbang, tercampur dengan abu, dan lalu hanyut ke laut. Semua kayu yang hanyut membentuk rakit dengan panjang 4.8 km. Abu batu apung tidak tercampur dengan baik dengan air laut, dan salah satu dari rakit abu dan kayu ini hanyut sampai ke Kalkuta, India.

92.000 orang terbunuh, kebanyakan karena kelaparan, dan kejadian ini menjadi bencana alam dengan korban jiwa terbanyak karena letusan gunung berapi sepanjang sejarah.

Abu yang terbentuk lebih baik masih tersisa di atmosfir selama 3 tahun dan menutupi seluruh bumi, menyebabkan matahari cemerlang saat tenggelam, serta menyebabkan “Satu tahun tanpa musim panas” di Amerika Utara dan juga Eropa. Abu vulkanik mengganggu cuaca dunia, dan mengakibatkan suhu bumi global menurun menjadi rata-rata -17 derajat Celsius, suhu yang sangat rendah.

Tahun 1816 itu sendiri menjadi tahun terdingin diseluruh dunia disepanjang 1810-an, dan tahun 1810-an menjadi dekade terdingin dalam sepanjang abad, karena letusan gunung berapi Tambora ini. Salju dengan tebal sekitar 30 cm turun di kota Quebec, Australia, dari 6 sampai 10 Juni 1816. Semua tanaman yang ada dibagian utara bumi rusak hebat.

Bencana Alam Paling Mengerikan Kedua: Gelombang panas Eropa Tahun 2003

Bencana Alam Paling Mengerikan Kedua Gelombang panas Eropa Tahun 2003 Oleh Unik Segiempat

Benua Eropa tidak terbiasa dengan musim panas dengan suhu yang tinggi. Tentu saja, musim panas dengan suhu tinggi pada di seluruh Eropa itu sendiri hampir tidak pernah terjadi. Tetapi berbeda pada tahun 2003, dimana benua Eropa dihantam gelombang panas, menjadikan hal ini sebagai salah satu bencana alam paling mengerikan sepanjang sejarah. Sebagai perbandingan, bencana alam ini sendiri akan membuat panas Amerika Serikat bagian tenggara, atau pedalaman Australia akan terdiam dan terperangah dengan panas yang dialami benua Eropa ini.

Gelombang panas ini sendiri, yang menjadi bencana alam paling mengerikan, sebenarnya berasal dari Carolina Utara, dimana ditempat ini musim panas dengan suhu tinggi adalah hal biasa. Di Eropa sendiri, hampir semua rumah yang dibangun dalam 50 tahun terakhir sebelum tahun 2003 tidak menggunakan pendingin ruangan, karena, tentu saja, mereka tidak membutuhkannya. Sekarang ini, setengah dari jumlah total rumah yang ada di Eropa memasang pendingin ruangan, jika bencana diatas terulang lagi.

Ada sekitar 14.802 kasus kematian diakibatkan panas ini sendiri, dan itu hanya di Perancis saja. Kebanyakan orang yang meninggal adalah orang-orang tua dip anti jompo, atau rumah keluarga yang tidak memiliki kemampuan alami untuk mendinginkan diri sendiri. Panas ini sendiri mengeringkan hampir seluruh Eropa, dan beberapa kebakaran hutan hebat terjadi di Portugal. Disana, sekitar 2.000 orang meninggal karena gelombang panas yang terjadi.

Di Jerman, ada sekitar 300 orang yang meninggal karena panas ini, dimana biasanya cuaca Jerman itu sendiri sangant dingin. Ada sekitar 141 orang di Spanyol yang meninggal dunia, dimana suhu disana mencapai 32 derajat Celsius pada tahun itu, dan menjadi suhu tertinggi disepanjang sejarah Spanyol. Di Belanda, ada sekitar 1.500 orang yang meninggal karena panas ini. Beberapa rekor suhu tertinggi yang telah ada semenjak tahun 1700-an, terpecahkan, dan terpecahkan lagi seminggu kemudian: 42 derajat Celsius di Brono, Switzerland. Suhu ini sendiri mencairkan banyak gletser gunung Alpen, dan menghasilkan banjir kilat. 41 derajat Celsius di Bavaria, Jerman, dan 39 derajat Celsius di Paris. Panen anggur dilakukan sebulan lebih cepat, untuk menyelamatkan anggur. 75% dari tanaman gandum Ukraina menjadi kering sampai mati.

Bencana Alam Paling Mengerikan Keempat: Megatsunami Pantai Lituya Tahun 1958

Megatsunami sebenarnya hanyalah teori yang dilontarkan oleh para ahli, sampai pada tanggal 9 Juli 1957, dimana, di Pantai Lituya, juluran wilayah Alaska yang sangat sempit, terjadi gempa bumi dengan kekuatan sebesar 7.7 menggoyang 90 juta ton batu dan juga es gletser dari sisi gunung yang ada di pantai tersebut. Semua es dan bebatuan gunung tersebut jatuh sekaligus, hampir vertikal, dan mendarat dan membentuk tugu batu tunggal, dan tenggelam di hulu pantai dalam Lituya.

Jatuhnya bongkahan es dan juga bebatuan gunung ini menghasilkan gelombang air tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah manusia, yaitu dengan tinggi sampai 524 meter, menjadikan gelombang ini salah satu dari bencana alam paling mengerikan sepanjang sejarah.

Gelombang laut ini lebih tinggi daripada tinggi total Empire State Building, mulai dari dasar bangunan sampai antenna. Faktanya, gelombang air ini lebih tinggi daripada semua bangunan pencakar langit di seluruh dunia, selain 5 gedung pencakar langit tertinggi yang ada di dunia. Dan hampir seluruh ilmuwan setuju, bahwa gelombang air ini memiliki kekuatan yang cukup untuk mengangkat bangunan pencakar langit tersebut dari fondasi mereka.

Gelombang air ini sendiri mengarungu lautan daerah hulu pantai Lituya menuju laut lepas, dank arena hulu pantai tersebut sangat sempit, gelombang air tersebut tersalur ke bagian sisi gunung. Gelombang air ini mengangkat semua pohon sekitar 1 sampai 1.8 meter dari tanah, dimana sebenarnya bagian sisi gunung yang mengelilingi pantai tersebut memiliki tinggi sekitar 500 meter, dan kebanyakan dari pohon tersebut adalah pohon cemara dengan tebal  1.8 meter.

Ada sekitar 3 kapal nelayan yang ada di pantai tersebut, didekat mulut pantai, dan gelombang tersebut menenggelamkan satu kapal dan membunuh dua orang yang ada didalamnya. Dua kapal itu sendiri cukup beruntung, dimana mereka menaiki gelombang air ini sampai daerah sisi pegunungan, dan turun kembali sampai ke pantai.

Salah satu dari kapal tersebut sebenarnya sedang berlabuh, dan ternyata, rantai sauh dengan tebal 1 meter ini putus layaknya benang saat gelombang air mengangkat kapal. Salah satu orang yang selamat dari bencana ini memperkirakan bahwa waktu yang dibutuhkan agar gelombang air tersebut naik sampai sisi gunung lalu kembali ke pantai itu sekitar dua detik, berarti, gelombang itu sendiri memiliki kecepatan sekitar 966 km/j.

Gelombang air ini mencabut semua pohon, rumput, dan mendorong batuan dasar gunung, lalu menjadi tenang kembali setelah memasuki laut lepas.

 

.
Updated: Mei 5, 2016 — 07:26
On The Spot © 2014