On The Spot 7

Informasi Unik dan Menarik

Beberapa Obsesi Aneh Dari Ahli Filsafat Terkenal

Onthespotv7.com – Dunia Filofosi dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah hal yang nyata? Bagaimanakah Saya mengetahui apa yang Saya ketahui? Apakah sifat alami manusia? Hal apakah yang baik? Dan sebagainya. Hal inilah yang membuat para ahli filsafat seringkali dianggap sebagai orang-orang yang ekletik. Dan ternyata, ada juga beberapa obsesi aneh dari ahli filsafat terkenal tersebut, obsesi-obsesi paling aneh yang akan dipaparkan pada artikel ini.

Immanuel Kant
Jadwal yang Kaku

Gambar Pertama Beberapa Obsesi Aneh Dari Ahli Filsafat Terkenal Oleh Unik Segiempat

Klik untuk memutar

Obsesi adalah jalan hidup bagi Immanuel Kant (1724–1804). Selain terkenal karena hypochondria, dia juga sangat terobsesi secara intens dan berkepanjangan terhadap rutinitas hariannya. Pada tahun 1783, setelah membeli sebuah rumah, Kant lalu membuat rutinitas kaku yang terus dia jalani sampai meninggal pada tahun 1804.

Kant akan bangun sebelum jam 5 pagi, meminum teh, menghisap rokok satu pipa. Setelah itu, dia akan menyusun bahan kuliah dan tulisannya sampai jam 7 pagi, dan setelah kuliah selesai jam 11, dia akan mengerjakan tulisannya sampai jam 1 siang, saat makan siang.

Setelah makan siang, tidak peduli hujan atau cerah, Kant akan berjalan-jalan selama 1 jam di pusat Konigsberg. Jalan-jalan yang dilalui Kant nantinya diberi nama Philosophengang, atau “Jalan Ahli Filsafat.”

Setelah berjalan-jalan, Kant terkadang akan bersosialisasi dengan satu atau dua temannya, dan kembali ke rumahnya, membaca dan bekerja sampai jam 10 malam, dan lalu kemudian tidur.

 

Karl Marx
Membuat Ide Dengan Kekalutan

Gambar Kedua Beberapa Obsesi Aneh Dari Ahli Filsafat Terkenal Oleh Unik Segiempat

Meskipun Karl Marx (1818–1883) dianggap sebagai salah satu ahli teori paling berpengaruh di abad ke-20, kehidupan pribadinya sendiri diisi dengan kekacauan. Sebagian karena situasi finansialnnya yang buruk, dan sebagian besar karena pengusiran keluarganya keluar Perancis karena tulisan politiknya, dan sebagian lagi karena kepribadiannya.

Marx akan bekerja secara intens, tetapi hanya dalam jangka waktu yang pendek, dan seringkali diiringi dengan kelelahan, sakit, dan istirahat. Marx juga seringkali memulai pekerjaan baru dan akan berhenti ditengah-tengah hanya untuk memulai pekerjaan lainnya.

Kekacauan Marx ini dikarenakan sikap kompulsifnya, yang menciptakan ide untuk pekerjaan filosofisnya. Saat bekerja, Marx akan menuliskan ide diatas kertas dan akan mulai berjalan kesana-kemari dengan kalut disekitar meja kerjanya. Saat dia mendapatkan ide baru, dia akan duduk lagi, menuliskan ide tersebut, dan memulai proses sebelumnya dari awal.

 

Friedrich Nietzsche
Buah

Gambar Ketiga Beberapa Obsesi Aneh Dari Ahli Filsafat Terkenal Oleh Unik Segiempat

Diumurnya yang baru berusia 24, Friedrich Nietzsche (1844–1900) ditunjuk sebagai Chair of Classical Philology di University of Basel. Dia lalu menjadi ahli filsafat yang cukup dihormati selama masa hidupnya. Meskipun begitu, hidup Nietzsche dipenuhi dengan berbagai macam masalah kesehatan.

Untuk meringankan sakit kepala kronis, muntah-muntah, dan kelainan pencernaannya, dia membuat daftar obat dan juga berbagai macam pola makan. Ironisnya, sepertinya obsesi Nietzsche terhadap buah lah yang memperparah nyeri pencernaannya.

Berdasarkan penjaga hotel Alpine Rose, dimana Nietzsche tinggal di tahun 1884, dia akan mengkonsumsi makanan secara konsisten, yaitu daging stik sapi untuk sarapan, dan buah-buahan disepanjang hari. Selain membeli buah dari hotel dan toko lokal, dia juga menerima berkeranjang buah dari temannya. Nietzsche dapat mengkonsumsi hampir 3 kg buah selama satu hari.

 

Arthur Schopenhauer
Anjing Pudelnya

Gambar Keempat Beberapa Obsesi Aneh Dari Ahli Filsafat Terkenal Oleh Unik Segiempat

Keluarga Arthur Schopenhauer (1788–1860) tidak cukup kaya. Sebagai pengembara intelektual, pria ini menganut perspektif bahwa dia tidak dimiliki oleh oleh satu tempat atau orang tertentu. Bahkan tempat lahirnya, Danzig, Jerman, tidak berarti apa-apa.

Dia terus berpindah-pindah saat masih kecil, dan setelah ayahnya meninggal tepat saat Schopenhauer menjadi dewasa, dia pada akhirnya merasakan sedikit rasa sayang untuk orang lain, termasuk untuk ibunya. Ekspresi karena tidak terhubung dengan kemanusiaan dapat terlihat dari filosofi pesimisnya.

Pesimisme Schopenhauer dan kepribadiannya membuat kebutuhan bergaulnya berubah menjadi pertemanannya dengan anjing pudel.

Mulai dari saat-saat sekolah sampai dia meninggal, Schopenhauer terus memelihara berbagai macam pudel dengan nama yang sama, Atma, dan juga dengan nama panggilan yang sama, Butz.

Menurut Schopenhauer, setiap anjing pudelnya, alih-alih menjadi hewan individual dengan kepribadian berbeda, anjing-anjing tersebut mengekspresikan realitas tertinggi dan yang paling dasar dari “pudel” itu sendiri.

 

filsuf dunia yang terkenal
.
Updated: Mei 9, 2016 — 03:26
On The Spot © 2014